Reuni (cerita dewasa)

Bookmark and Share
Tania memandang pria muda bernama Dandy yang sedang duduk di sofa panjang apartemennya. Pertemuan kembali mereka setelah berpisah cukup lama membangkitkan kenangan lama yang telah mereka buat semasa kuliah dulu. Waktu itu Dandy pernah mengajaknya bercinta, tetapi Tania menolaknya dengan halus. Dan kini dalam keadaan yang sama sekali berbeda, Tania tidak mampu menolak ketika Dandy mulai menciuminya. Wanita itu mencoba untuk bergerak ketika jemari Dandy meremas payudaranya, tetapi lilitan lidah lelaki itu membuatnya mulai menikmati ciuman mereka. Dengan lembut lidah itu menelusuri bibir Tania dari ujung ke ujung sehingga nafasnya mulai dilanda desah kenikmatan. Ciuman Dandy lama, sensual dan panas. Dengan mantap lelaki itu memiringkan bibirnya di atas bibir Tania, sementara lidahnya menyelusup ke dalam mulut wanita cantik tersebut. Tania menikmati sensasi yang ditimbulkan gigitan bibir Dandy ketika menjepit bibirnya, dan sensasi yang ditimbukan ketika jemari lelaki itu menjepit ujung payudaranya.

"I like it.."
Sentuhan yang membuat Tania tersentak, bibir Dandy melumat bibirnya dengan penuh gairah. Tania juga merasakan gairah yang sama di dalam dirinya. Tania memeluk leher Dandy. Saat payudaranya menyentuh dada Dandy, mereka sama-sama mendesah puas. Tania menelusupkan jemarinya balik kemeja Dandy. Telapak tangannya merasakan permukaan tubuh yang kasar, liat berotot. Begitu pula Dandy, tangannya mulai menjarah pantat Tania dan meremasnya dengan penuh nafsu. Mereka tidak dapat meneruskan permainan ini tanpa diselimuti nafsu yang membara. Tania memandang Dandy yang juga menatapnya dengan mata sayu.

"Aku ingin melihatmu, tolong buka kemejamu.."
Tanpa banyak komentar, Dandy melepas kemejanya dan menjatuhkannya ke lantai. Ia berdiri diam, menuruti keingintahuan Tania. Dan kini Tania memandang tubuh pria muda di hadapannya tanpa berkedip, jantan dan menggairahkan. Dibelainya dada Dandy, sentuhannya lembut dan ingin tahu. Jemarinya menyusuri bulu di dada itu. Bentuknya melebar seperti kipas, halus dan lebat hampir menutupi tubuh atas Dandy, bagian yang tersisa hanyalah puting susu kemerahan.
"Badan kamu sekarang bagus Dand.."
Tania memandang Dandy yang memejamkan matanya menikmati sentuhan jemari yang mulai meletupkan gairah lelaki itu.

"Ssshh.." Dandy mendesah senang ketika ujung lidah Tania yang basah menyentuh puting susunya, wanita itu terus menjilati tanpa terburu-buru seperti anak kecil yang sedang menjilati es krim kesukaannya. Kenikmatan yang sama dirasakan Dandy ketika Tania menghisap puting itu dengan lembut. Tanpa sadar Dandy menggerakkan tubuhnya ke depan secara berirama, membiarkan Tania menelusuri seluruh tubuhnya dengan bibir dan lidahnya yang bagaikan mempunyai mata.

Dandy tidak dapat berdiri lebih lama lagi, diangkatnya tubuh Tania ke atas sofa lebar dan membaringkannya di sana. Wanita itu diam saja sambil memandang Dandy yang sedang membuka celana jeans-nya. Tania baru menyadari kalau lelaki itu begitu menggairahkan jika dalam keadaan terangsang. Detik selanjutnya wanita itu cuma merasakan tubuh Dandy yang keras mulai mendesaknya. Lelaki itu mendesah pelan ketika Tania mencekal puncak pahanya, kepalanya terayun ke belakang. Dan ketika Tania membelai dirinya, Dandy mengerang keras. Serta merta lelaki itu menjatuhkan dirinya.

"O my God.." Tania menjerit di saat tubuh Dandy memasuki tubuhnya, sesuatu yang panas menerobos masuk hampir menyentuh ujung kewanitaannya. Saat Dandy mulai mengayunkan diri, Tania mengimbangi dengan mengangkat pinggulnya. "Kamu hebat Tania, hh.. hh.." Lelaki muda itu menciumi Tania, seluruh tubuhnya kini basah berkeringat. Sementara pinggulnya terus bergerak mengikuti tubuh wanita itu. Tetapi pengendalian dirinya tidak dapat bertahan selama-lamanya, beberapa saat kemudian Dandy meningkatkan tempo permainan. Tania kembali kehilangan kendali, Dandy terpengaruh. Keduanya berpusar pada tarian erotis yang paling bergelora hingga mereka kehabisan tenaga.

Tania memandang Dandy yang sedang telentang di atas karpet, tubuhnya yang telanjang tertutup selimut sebagian sehingga tetap memperlihatkan tubuh atasnya. Sejak dahulu Tania memang mengagumi tubuh Dandy, sangat khas India, dan sekarang pun wanita cantik itu tetap menyukai bagian tersebut. Dan kini dengan seksama Tania memperhatikan bagian atas tubuh Dandy, terutama sekali bagian dada lelaki muda itu. Jantan dan maskulin, setiap detailnya begitu merangsang Tania. Otot yang berbentuk dua buah bukit yang membulat indah.

Tanpa sadar Tania menjulurkan tangannya menelusuri permukaan tubuh Dandy, hangat berkeringat. Hembusan nafasnya teratur, turun naik. Tania memandang wajah Dandy yang tertidur pulas, sepasang alis mata yang tebal dan lebat dengan hidung dan rahang yang kuat menambah kesan yang mendalam bagi Tania.

Dandy menggeliat pelan ketika ujung jemari Tania menyentuh ujung dadanya.
"Aku pikir kamu tidur Dand.."
"Enggak, kamu lagi ngapain.."
Tania tidak menjawab, telapak tangannya terus menelusuri bagian perut Dandy yang rata. Jemarinya mempermainkan bulu-bulu di bagian perut Dandy, terus turun ke pusarnya. Perlahan-lahan Tania menyingkap selimut yang menutupi tubuh Dandy. Beberapa saat lamanya Tania terpesona, tanpa bisa menahan diri tangan wanita itu bergerak turun. Bulu-bulu di bagian itu lebih tebal, hitam dan lebat sekali. Tania meremasnya pelan sebelum mulai membelai kejantanan Dandy yang berwarna kemerahan. Dandy mengeluarkan suara erangan tertahan, dicengkramnya sprei di bawah tubuhnya. Ia menyeringai menikmati sentuhan Tania. Dipejamkannya matanya rapat-rapat untuk menahan gairahnya yang mulai meluap.

"Tania?"
"Hmm.." Tania menegakkan tubuhnya, begitu juga Dandy yang kini bersandar di dinding.
"Kamu tak usah melakukannya kalau kamu tidak mau.."
Tania tersenyum, tanpa diperintah lebih lanjut Tania menunduk dan mulai mengecup lutut Dandy perlahan lalu merambat naik ke paha. Dandy menahan nafas ketika Tania akan mencium dirinya. Berkali-kali lelaki muda itu mendesahkan nama Tania di saat permainan bibir dan lidah Tania berlangsung, nikmat menggairahkan. Tania nampaknya juga sangat menikmati Dandy yang memenuhi mulut dan bibirnya. Semua permainan itu benar-benar diluar imajinasi Dandy. Lelaki itu tidak menyangka jika Tania sangat menggairahkan, permainan bibir dan lidahnya benar-benar membuat dirinya merem melek. Sekujur tubuhnya terasa dialiri listrik ribuan watt. Berkali-kali Tania menghujamkan lidahnya ke ujung pusar Dandy, rambutnya terburai di sekeliling Dandy yang menegang, pemandangan itu indah, erotis dan mencengangkan.

"Punya kamu besar sekali Dand.." Kali ini Tania berganti posisi mengulum bola di bawah Dandy, membuat lelaki itu makin menggeliat. Dandy segera menarik Tania ke atas tubuhnya. Tania terbelalak keheranan, tapi secara naluriah tubuhnya menyambut tubuh Dandy. Dengan cepat wanita itu menuruti permintaan Dandy, tangannya dengan sangat ahlinya membantu Dandy masuk ke dalam tubuhnya.
"Beginikah Dand.."
"Ya, betul hh.." erang Dandy, " Betul, begitu.."

Tania mulai memutar pinggulnya, kedua tangannya bertumpu di samping kepala Dandy. Ketika pinggulnya menghentak ke depan seluruh tubuhnya ikut bergetar sehingga ujung payudaranya bergesekkan dengan bulu-bulu di dada Dandy sehingga menimbulkan rangsangan yang kuat. Lelaki itupun ikut memutar pinggulnya mengikuti gerakkan Tania menimbulkan sensasi yang menakjubkan. Selanjutnya tangannya memegang payudara Tania, jarinya merangsang puting Tania, lalu bangun untuk mengulumnya. Sambil memejamkan mata, Tania membiarkan dirinya mengikuti sensasinya sendiri. Setiap Dandy mengisap payudaranya, ia merasakan kontraksi yang berhubungan di dalam dirinya. Dandy sangat kuat dan tak tertahankan, yang ada dalam benak Tania adalah menarik Dandy lebih dalam lagi. Bagi Tania pemuda itu memang luar biasa, caranya mempermainkan tempo permainan mambuatnya menggelinjang berkali-kali. Setiap kali ujung tubuhnya menyentuh dasar kewanitaannya, Tania menjerit tertahan.

Lima belas menit berlalu tanpa terasa sampai akhirnya keduanya sepakat untuk mengakhiri permainan ini, Dandy menghentakkan tubuhnya dengan keras sambil menaikkan pinggulnya sedikit ke atas, ditahan dan perlahan-lahan diturunkan, begitu seterusnya. Tania mengikuti irama permainan Dandy dengan tempo lebih lambat sampai akhirnya mereka berpelukan lebih erat hingga pagi menjelang. Dandy bangkit perlahan sambil menepiskan bulu-bulu dadanya yang rontok di sela-sela payudara Tania sebelum membersihkan tubuhnya, ingin sekali Ia mengulang kembali, akan tetapi tubuhnya benar-benar letih lelah dan lemah.

TAMAT

{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment